Poem

Empty Empathy

Mengapa mudah sekali menghakimi?

Mata melihat, pikiran berasumsi cepat, suara berpendapat tanpa sadar kita telah menghujat.

Maksud hati ingin memberi pendapat.

Maksud hati ingin memberi nasihat.

Maksud hati itu nyatanya berujung kepada hati lain yang tersayat.

Rasa iba itu ada tapi hanya sekadar lewat.
Rasa sedih itu ada tapi terkalahkan oleh ego yang lebih kuat.

Lalu masih adakah Empati di hati?
Atau ia hanya sedang mati suri?

Sharing is Caring :
error20
Parenting

Mengenal Temperamen Anak

🌸SLOW-TO-WARM UP CHILD🌸.
.
Moms, kira-kira sudah kebaca belum temperamen anaknya seperti apa? Iya temperamen alias karaktertik seseorang, yang menjadi cara mendasar biologis untuk bereaksi atau mendekati terhadap orang atau situasi.

Kalau menurut New York Longitudinal Study (NYLS), ada 3 nih tipe anak berdasarkan temperamennya :

  1. EASY CHILD
  2. SLOW TO WARM UP CHILD
  3. DIFFICULT CHILD.

Nah, Raka masuk tipe yang ke-2. Aku boleh sharing ya tipsku dalam membersamai Raka dengan karakternya ini, dimana mood dia itu pertengahan antara positif & negatif.

So, yang aku coba lakukan :
🌸 Selalu sounding at least H-1 setiap mau ada aktivitas/ agenda/ hal (baru) apapun, cerita juga sedikit detailnya.
🌸 Kalau mau datang ke sebuah acara, aku usahakan datang gak telat supaya dia terbiasa dulu sama lingkungan barunya termasuk orang2nya.
🌸 No labelling or judgement seperti : “Gapapa, jangan MALU”.
.
Intinya, dia perlu semacam “pemanasan” & pengulangan dulu untuk bisa totally enjoy dengan sesuatu yang baru dan tidak dipaksa dalam melakukan hal apapun.

Sharing is Caring :
error20
Personal

Siapa Saja Bisa Jadi Influencer!

Memberikan inspirasi atau pengaruh (positif) bagi orang lain disekitar kita tentu bisa menjadi kebahagiaan tersendiri. Entah itu melalui kegiatan sosial, ambil peran dalam sebuah gerakan hingga pengaruh melalui sebuah tulisan.

Menulis kini menjelma menjadi sebuah tren khususnya bagi para perempuan dalam berbagi inspirasi mulai dari pengalaman diri sendiri hingga sebuah ulasan atau rekomendasi. Disinilah hobi bisa berubah menjadi sebuah profesi. Sebut saja blogger atau influencer, dimana dua peran ini kini begitu nyata pengaruhnya di dunia maya.

Saya ingin menulis tapi harus mulai dari mana? Apakah tulisan saya akan dibaca banyak orang? Media atau platform apa yang recommended? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sempat mampir dalam benak saya, hingga dapat terjawab dengan mencoba tips berikut ini :

  • Mulailah menulis APAPUN yang ingin kamu tulis selama konten tersebut positif.
  • Menjadi blogger ataupun influencer tak mengharuskan kita memiliki pengikut yang banyak. Kembali ke poin pertama, apapun yang kamu tulis selama positif, yakinlah akan memberikan manfaat bagi yang membaca.
  • Pilihlah media yang nyaman dan tak memberatkanmu. Media sosial seperti Instagram atau Facebook, sudah sangat dapat memfasilitasi kita untuk berbagi dalam skala mikro. Namun, jika kamu ingin lebih memaksimalkan tulisanmu, pilihlah media skala makro seperti website atau blog baik milik pribadi maupun user generated (membuat akun di website tertentu).
  • Maksimalkan sosial media untuk mempromosikan tulisanmu. Misalnya, lewat status WhatsApp kini kita bisa berbagi tautan yang dapat langsung kita klik tanpa perlu menyalinnya lagi di browser.
  • Ikut serta dalam komunitas atau media yang memfasilitasi anggotanya untuk dapat berbagi tulisan (artikel).

Poin terakhir, bagi saya sangat membantu untuk terus belajar dan semangat menulis. Selain karena saling mendukung antar sesama anggota, sistem points dan rewards juga menjadi daya tarik yang cukup magnetik.

Yuk mulai sebarkan kebaikan dan perubahan lewat tulisan!

Foto : storiesranty/ pribadi (@Rumah Perubahan)

Sharing is Caring :
error20
Poem

Tentang Keseganan

Ada hal yang harus dibayar mahal dan dikorbankan setiap mengambil sebuah keputusan.
Yang kadang kita abai adalah dalam hal menyikapi & memahami antar sesama yang punya perasaan.

Kita lebih suka membanding-bandingkan, melempar celetukan bahkan yang lebih parah menjatuhkan.
Sampai-sampai jadi penyakit hati yang merenggangkan tali pertemanan.

Tapi kita tidak demikian kan teman?
Kita bisa lebih baik dari sekadar saling menjaga tutur kata & perasaan.

Mendo’akan.

Sharing is Caring :
error20