Pendidikan

Mom Influencer Academy 2020 | Influencer Marketing

Menjadi sesi perdana dalam program Mom Influencer Academy 2020, Mas Bogie Satriyonegoro – Head of Social Media at CPXI Asia berbagi ilmu tentang apa itu Influencer Marketing.

Pada dasarnya, Influencer Marketing adalah sebuah bentuk pemasaran yang dilakukan dengan cara word of mouth namun lebih cepat penyebarannya karena dilakukan di era digital oleh seseorang yang mempunyai pengaruh terhadap orang lain dalam hal ini audiens di dunia sosial media. Seseorang itulah yang kita sebut sebagai Influencer, dimana ternyata semua orang bisa lho mempunyai predikat tersebut. Walaupun memang, biasanya angka pengikut (followers, subscribers) pada platform sosial media menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses penyebaran atau pemasaran itu sendiri.

Sebelumnya, kita kenalan lebih lanjut yuk tentang:

SIAPA itu Influencer? Apakah sama antara Brand Ambassador, Key Opinion Leader (KOL), Influencer dan Buzzer?

Sekilas memang semua role diatas memiliki peran atau tujuan yang sama yakni individu yang memiliki pengaruh serta kekuatan tersendiri dalam dunia digital khususnya yang berhubungan dengan branding atau marketing. Namun demikian, ada perbedaan yang cukup signifikan pada masing-masing role yaitu :

  1. Influencer : Seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mengajak, mempengaruhi dan menciptakan awareness terhadap suatu hal kepada audience. Sisi popularitasnya lebih tinggi dan terkait dengan pemasaran produk atau kerjasama (campaign) dengan Brand, iya bisa masuk ke semua kategori.
  2. Brand Ambassador : Seseorang yang dikonrak eksklusif oleh sebuah Brand dalam program pemasaran produk. Ia akan ada di semua platform dari Brand tersebut dalam tugasnya menjadi BA.
  3. Key Opinion Leader (KOL) : Seseorang yang memiliki paham khusus terkait suatu hal dalam membangun awareness, misalkan pada platform sosial medianya ia fokus dalam hal berbagi tentang dunia Parenting, Otomotif, Musik dan lain sebagainya.
  4. Buzzer : Buzzer ini sering kali diidentikkan dengan peran Influencer. Lebih dalam, Buzzer memiliki peran lebih kepada meramaikan, menggaungkan Brand Awareness di intenet.

Nah, sampai di sini kira-kira kita sudah tahu kah role kita di dunia digital?

Oke lanjut ya,

MENGAPA Influencer Marketing begitu berpengaruh?

Kembali ke awal bahwa ini adalah kekuatan word of mouth yang didukung oleh pesatnya teknologi dan karakterisik si Influencer itu sendiri. Oleh karena itu, pengaruhnya lebih cepat diterima oleh audiens sebab trend yang ada saat ini pun sangat mendukung baik.

DIMANA saja area kerjanya?

Berbagai platform di sosial media beserta fitur-fiturnya. Sebut saja Instagram, Youtube, Blog dan yang akhir-akhir naik daun kembali yaitu Tik-Tok.

KAPAN waktu terbaik seorang Influencer bisa berhasil mencapai tujuannya?

Dalam Instagram, kita bisa mengetahui kapan waktu terbaik untuk memposting dan ini berbeda-beda bagi setiap akun. Kita bisa mengetahuinya paabila kita sudah merubah profil akun kita menjadi akun bisnis. Selain itu, adanya algoritma yang dirancang khusus oleh Instagram menjadikannya unik dan butuh trik dalam menyiasatinya.

BAGAIMANA seorang Influencer bekerja?

Bagaimana caranya adalah kembali pada value si Influencer itu sendiri baik pada saat melakukan campaign atau kerjasama dengan Brand maupun postingan organicnya. Tentang gaya bahasa pada caption misalnya, lalu cara penyampaian yang dituangkan lewat foto atau video dan lain-lain.

Adapun sebagai Influencer biasanya akan akrab dengan Rate Card yakni sebuah angka yang dibuat oleh Influencer dan diajukan kepada pihak yang mengajak berkolaborasi. Tidak ada hitungan pasti dalam menentukannya, tetapi biasanya Brand atau Agency memiliki patokan tersendiri dalam memberikan fee kepada Influencer selain dari Rate Card tersebut.

Nah, kira-kira kita sudah tahu belum nih peran kita yang mana? Dan apakah yang kita bagikan itu memberikan manfaat bagi yang melihat?

Sebab yang terpenting adalah sebelum kita berbagi sesuatu, pikirkan juga hingga efek jangka panjangnya baik bagi kita maupun yang melihatnya.

Sharing is Caring :
error20
Personal

Siapa Saja Bisa Jadi Influencer!

Memberikan inspirasi atau pengaruh (positif) bagi orang lain disekitar kita tentu bisa menjadi kebahagiaan tersendiri. Entah itu melalui kegiatan sosial, ambil peran dalam sebuah gerakan hingga pengaruh melalui sebuah tulisan.

Menulis kini menjelma menjadi sebuah tren khususnya bagi para perempuan dalam berbagi inspirasi mulai dari pengalaman diri sendiri hingga sebuah ulasan atau rekomendasi. Disinilah hobi bisa berubah menjadi sebuah profesi. Sebut saja blogger atau influencer, dimana dua peran ini kini begitu nyata pengaruhnya di dunia maya.

Saya ingin menulis tapi harus mulai dari mana? Apakah tulisan saya akan dibaca banyak orang? Media atau platform apa yang recommended? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sempat mampir dalam benak saya, hingga dapat terjawab dengan mencoba tips berikut ini :

  • Mulailah menulis APAPUN yang ingin kamu tulis selama konten tersebut positif.
  • Menjadi blogger ataupun influencer tak mengharuskan kita memiliki pengikut yang banyak. Kembali ke poin pertama, apapun yang kamu tulis selama positif, yakinlah akan memberikan manfaat bagi yang membaca.
  • Pilihlah media yang nyaman dan tak memberatkanmu. Media sosial seperti Instagram atau Facebook, sudah sangat dapat memfasilitasi kita untuk berbagi dalam skala mikro. Namun, jika kamu ingin lebih memaksimalkan tulisanmu, pilihlah media skala makro seperti website atau blog baik milik pribadi maupun user generated (membuat akun di website tertentu).
  • Maksimalkan sosial media untuk mempromosikan tulisanmu. Misalnya, lewat status WhatsApp kini kita bisa berbagi tautan yang dapat langsung kita klik tanpa perlu menyalinnya lagi di browser.
  • Ikut serta dalam komunitas atau media yang memfasilitasi anggotanya untuk dapat berbagi tulisan (artikel).

Poin terakhir, bagi saya sangat membantu untuk terus belajar dan semangat menulis. Selain karena saling mendukung antar sesama anggota, sistem points dan rewards juga menjadi daya tarik yang cukup magnetik.

Yuk mulai sebarkan kebaikan dan perubahan lewat tulisan!

Foto : storiesranty/ pribadi (@Rumah Perubahan)

Sharing is Caring :
error20