Poem

Empty Empathy

Mengapa mudah sekali menghakimi?

Mata melihat, pikiran berasumsi cepat, suara berpendapat tanpa sadar kita telah menghujat.

Maksud hati ingin memberi pendapat.

Maksud hati ingin memberi nasihat.

Maksud hati itu nyatanya berujung kepada hati lain yang tersayat.

Rasa iba itu ada tapi hanya sekadar lewat.
Rasa sedih itu ada tapi terkalahkan oleh ego yang lebih kuat.

Lalu masih adakah Empati di hati?
Atau ia hanya sedang mati suri?

Sharing is Caring :