Parenting

Mengenal Emosi

Setiap mendengar kata emosi dari seseorang seringnya kita berpikir bahwa ia sedang dalam keadaan marah atau negatif. Termasuk saya yang selama ini keliru mengartikannya. Pasca ikut hadir dalam sharing session bersama Ibu Ulie (Oktina Burlianti, M.Si,), saya baru tercerahkan bahwa emosi adalah rasa atau energi, dan banyak macamnya. Apa saja contohnya?

Amarah, kesedihan, takut, cinta, terkejut, malu, jengkel. – Daniel Goleman.

Jadi, memang perspektif konvensional tentang emosi ini seperti sebuah kelemahan & cenderung harus dihindari. Padahal, emosi itu harus didengar dan membuat kita “hidup”.

Lalu, pernah dengar tentang Emotional Intelligence? Singkatnya, kita belajar untuk mengenali rasa/ energi yang kita rasakan dalam diri kita dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan. Seberapa pentingkah mengenali emosi?

  1. Berperan sebagai silent language.
  2. Berperan sebagai inner moral/ kompas etika dalam bersikap.
  3. Membantu proses pengambilan keputusan.
  4. Memungkinkan inner self kita berbicara kepada kita dan mengatakan apa yang sesungguhnya kita butuhkan.

Ketika kita merasakan emosi maka disanalah akal mengendalikan pilihan apa yang kita lakukan saat itu. Ibaratnya, emosi itu adalah stimulus dan respon adalah tindakan, maka akal yang berisi Freedom of Choose (FoC) berada diantara keduanya. Apa saja isi dari FoC ?

  1. Self-Awareness. Kemampuan seseorang untuk mengenali & memahami mood, emosi dan dorongan dalam dirinya beserta dampaknya.
  2. Self-Regulation. Kemampuan seseorang untuk membebaskan dirinya dari “penjara” perasaan atau moodnya sendiri.
  3. Motivasi.
  4. Empati. Kemampuan memahami perasaan dan kondisi orang lain.
  5. Social Skill, Kemahiran dalam mengelola hubungan dan membangun jaringan dengan orang lain.

TIPS & TRICK

  • Menangis adalah satu jalan merilis emosi, ketika kita ingin menangis maka menangislah hingga tuntas tanpa dijeda. sekalipun dengan menyelanya dengan tisu. Menangis dengan benar ala Ibu Ulie : menangislah dengan mulut/ rahang terbuka sembari bersenandung, tentu akan lebih baik jika sembari bershalawat atau berdzikir.
  • Ingat Adab Bicara, yaitu : Apa yang dipikir – Apa yang dirasa – Apa yang diharap. Lakukanlah saat kita berkomunikasi dengan siapapun, misalnya : “Saya pikir saya sudah melakukan semua dengan baik, tapi saya rasa saya kurang diapresiasi. Saya harap kamu bisa mengerti.”

Sharing is Caring :
error20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *