Parenting

Urgensi Vaksinasi Demi Hidup Sehat dan Happy

Memiliki anak yang sehat dan happy tentu jadi dambaan semua Parents tanpa terkecuali. Menjaga asupan nutrisi sampai memberi ragam stimulasi pastinya sudah menjadi fokus Parents demi kebahagiaan si buah hati. Tapi tunggu, apakah mereka juga sudah rutin divaksinasi?

Kenapa Harus Vaksin?
Vaksinasi sendiri adalah kegiatan memasukkan bakteri atau virus yang dilemahkan supaya anak punya daya tahan tubuh yang kuat untuk penyakit tertentu. Sejak anak lahir, vaksin sudah diberikan hingga kelak ia besar nanti agar dapat tumbuh sehat dan terjaga imunitasnya. Sudah pegang tabel vaksinasi rekomendasi IDAI berikut kan, Parents?

Dari tabel diatas, Parents bisa memantau jadwal rutin anak untuk divaksinasi baik itu yang diwajibkan oleh pemerintah maupun vaksin tambahan yang sama-sama dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Pastikan Parents selalu berkonsultasi dengan dokter anak dalam memastikan jadwal vaksinasi dan mendapatkan yang paling sesuai untuk anak.

Senada dengan semangat sehat para Parents, Sanafe Pasteur sebagai supplier vaksin terbesar di dunia, turut andil dengan menggaungkan campaign Kenapa Harus Vaksin melalui akun instagram officialnya. Ya, kenapa? Karena vaksin adalah cara pencegahan utama yang disarankan dalam menangkal sebuah penyakit dan tentunya vaksin aman diberikan karena sudah harus melalui berbagai uji klinis terkait keamanan dan efektivitasnya sebelum dapat digunakan. Parents pasti setuju ya bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Waspada Influenza

Salah satu yang sering jadi kekhawatiran kita para Parents adalah wabah Influenza (Flu) yang faktanya bisa sampai 4x dalam setahun menyerang anak-anak. Dan ternyata, ada lho vaksin Influenza untuk balita (anak-anak) setelah mereka berusia diatas 6 bulan.


dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) dalam kesempatannya berbagi di acara Blogger Gathering the Asian Parent & @kenapaharusvaksin bertema “Happy Kids with No Flu Worries” menyampaikan beberapa informasi penting dan tips dalam menyiasati Flu :

  • Flu berbeda dengan common cold (pilek). Keduanya memang sama-sama virus, namun Flu menunjukkan gejala lebih berat seperti sakit kepala, demam hingga menggigil.
  • Virus Flu dapat bertahan hingga 48 jam diatas permukaan. Misalkan Parents saat sedang Flu, lalu bersin dan memegang meja, maka virus yang “menempel” di meja tersebut akan bertahan hingga 48 jam.
    Cegah dan Lawan Flu dengan Cara Ini yuk Parents!
  • Cegah Flu dengan vaksin adalah langkah preventif terbaik yang bisa dilakukan. Vaksin Influenza sendiri faktanya perlu diberikan setiap 1 tahun sekali dan bukan hanya untuk balita/ anak-anak saja tetapi juga orang dewasa.
  • Setelah vaksinasi, memang kemungkinan terkena Flu tetap ada namun tentu dengan tingkat resiko yang lebih kecil. Jika anak atau Parents sakit Flu, hindari pemberian antibiotik karena penyebab Flu adalah virus. Maka, beristirahat, minum dan mengkonsumsi buah-buahan serta vitamin adalah cara pengobatan terbaik.
Sharing Session bersama dr. Atilla Dewanti, Sp.A (K) dan Mom Blogger Namira Monda

Tak ketinggalan, narasumber Mom Blogger Namira Monda pun ikut membagikan ceritanya dalam menyiasati Flu :

  1. Memberikan vaksin Flu.
  2. Tetap explore kebutuhan bermain anak dengan pergi ke playground, berenang dan aktivitas lainnya.
  3. Cuci tangan sebelum makan.
  4. Memakai masker jika sedang Flu atau agar menghindari tertularnya Flu dari orang lain.
Momen Keceriaan Bersama Mom Blogger Saat Foto Bersama Selepas Acara.

Jadi, yuk Parents bagi yang sudah memiliki anak diatas 6 bulan segera vaksinasi Influenza ya! Dan tentu akan jauh lebih baik jika kita juga ikut divaksinasi agar bisa happy & worry free bersama sekeluarga.

Sharing is Caring :
error20
Parenting

Mengenal Emosi

Setiap mendengar kata emosi dari seseorang seringnya kita berpikir bahwa ia sedang dalam keadaan marah atau negatif. Termasuk saya yang selama ini keliru mengartikannya. Pasca ikut hadir dalam sharing session bersama Ibu Ulie (Oktina Burlianti, M.Si,), saya baru tercerahkan bahwa emosi adalah rasa atau energi, dan banyak macamnya. Apa saja contohnya?

Amarah, kesedihan, takut, cinta, terkejut, malu, jengkel. – Daniel Goleman.

Jadi, memang perspektif konvensional tentang emosi ini seperti sebuah kelemahan & cenderung harus dihindari. Padahal, emosi itu harus didengar dan membuat kita “hidup”.

Lalu, pernah dengar tentang Emotional Intelligence? Singkatnya, kita belajar untuk mengenali rasa/ energi yang kita rasakan dalam diri kita dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan. Seberapa pentingkah mengenali emosi?

  1. Berperan sebagai silent language.
  2. Berperan sebagai inner moral/ kompas etika dalam bersikap.
  3. Membantu proses pengambilan keputusan.
  4. Memungkinkan inner self kita berbicara kepada kita dan mengatakan apa yang sesungguhnya kita butuhkan.

Ketika kita merasakan emosi maka disanalah akal mengendalikan pilihan apa yang kita lakukan saat itu. Ibaratnya, emosi itu adalah stimulus dan respon adalah tindakan, maka akal yang berisi Freedom of Choose (FoC) berada diantara keduanya. Apa saja isi dari FoC ?

  1. Self-Awareness. Kemampuan seseorang untuk mengenali & memahami mood, emosi dan dorongan dalam dirinya beserta dampaknya.
  2. Self-Regulation. Kemampuan seseorang untuk membebaskan dirinya dari “penjara” perasaan atau moodnya sendiri.
  3. Motivasi.
  4. Empati. Kemampuan memahami perasaan dan kondisi orang lain.
  5. Social Skill, Kemahiran dalam mengelola hubungan dan membangun jaringan dengan orang lain.

TIPS & TRICK

  • Menangis adalah satu jalan merilis emosi, ketika kita ingin menangis maka menangislah hingga tuntas tanpa dijeda. sekalipun dengan menyelanya dengan tisu. Menangis dengan benar ala Ibu Ulie : menangislah dengan mulut/ rahang terbuka sembari bersenandung, tentu akan lebih baik jika sembari bershalawat atau berdzikir.
  • Ingat Adab Bicara, yaitu : Apa yang dipikir – Apa yang dirasa – Apa yang diharap. Lakukanlah saat kita berkomunikasi dengan siapapun, misalnya : “Saya pikir saya sudah melakukan semua dengan baik, tapi saya rasa saya kurang diapresiasi. Saya harap kamu bisa mengerti.”

Sharing is Caring :
error20
Parenting

BB Anak Stuck & Saat Makan Sering Menolak. (Part I)

Moms, adakah yang terwakili oleh judul artikel saya kali ini? Sebab rasanya memang sedih campur bingung saat menghadapi fase ini, semoga segera berlalu.

Sebelumnya saya ingin disclaimer bahwa artikel ini adalah pure hasil konsultasi saya dengan dokter subspesialisasi gizi anak, sehingga perlu digaris-bawahi bahwa treatment untuk setiap anak dapat dipastikan berbeda. 

3 bulan berlalu, hingga akhirnya saya sadari bahwa ada yang harus disolusikan.

Berat badan (BB) Raka naik tapi tidak signifikan, kisaran 150-200gr saja, namun demikian alhamdulillah tinggi badan (TB)nya normal. Sampai akhirnya BB Raka drop efek sakit flu, maka tak lama sayapun mencari referensi & rekomendasi dokter anak khusus case ini. FYI, saat ini Raka menuju usia 1th dengan BB 8,6kg dan TB 74cm.

Mengapa perlu dikonsultasikan? Karena khawatir ada silent disease yang mungkin jadi penyebab utama selain juga karena anak tidak terbiasa dengan jadwal makan yang teratur (seperti Raka).

Dari beberapa nama dokter dalam list yang saya peroleh dari highlight instagram dr. Meta Hanindita, akhirnya saya putuskan untuk berkonsultasi dengan DR. dr. Tinuk Agung Meilany, SpA (K). Beliau adalah dokter anak Subspesialis Gizi dan Penyakit Metabolik, bisa dijumpai salah satunya di RSAB Harapan Kita Jakarta. 

Hasil Konsultasi

  • Raka terlihat agak pucat, namun masih normal.
  • Dokter membuatkan jadwal makan harian, termasuk didalamnya ASI. susu & suplemen.
  • Jadwal tersebut wajib dijalankan selama 2 minggu kedepan, untuk mengejar kenaikan BB karena Raka kurang 2kg dari BB ideal seusianya.
  • Susu yang diresepkan : Blenuten. Suplemen ada VIP Albumin Capsul, Probi & obat racikan FA 400 mcg.
  • Makan disarankan daging giling (daging merah) dan telur.

Review untuk respon Raka & manfaat dari resep dokter Tinuk akan saya share lagi setelah 2 minggu berjalan ya Moms. Do’akan kami konsisten & berhasil menjalani treatment ini. 

Tentang dokter Tinuk

Kesan untuk dokter Tinuk, overall recommended ya. Beliau merespon baik “curhatan” saya hehe, dan juga memberikan afirmasi positif supaya saya semangat. Sangat keibuan & ramah, tidak terburu-buru dalam memeriksa padahal pasien beliau ramai. Semoga advis dari beliau cocok untuk Raka sehingga BBnya bisa naik signifikan dan sehat selalu, aamiin.

Jadwal Harian Raka by dokter Tinuk
 
Sharing is Caring :
error20
Parenting

Bergabung di Komunitas. Pilihan Saya Agar Tetap Waras & Cerdas.

Diamanahi peran sebagai Ibu di era teknologi saat ini, sedikit banyak memudahkan saya dalam mendapatkan segala informasi dan ilmu tentang Parenting. Termasuk diantaranya adalah bergabung dan berkenalan dengan para Moms di sebuah komunitas. Mereka hadir menawarkan ragam pilihan topik hingga privilege bagi para Moms yang sudah terdaftar sebagai membernya baik di group chatting berbagai platform (WhatsApp, LINE, Telegram) maupun di website komunitas itu sendiri.

Adapun tiap komunitas memiliki ciri khas tersendiri dalam merangkul para Moms. Saya pribadi, sudah tergabung dalam 3 komunitas yang mana masing-masingnya punya keistimewaan tersendiri sesuai kebutuhan yang saya perlukan. Nah, jadi sebaiknya perlu observasi singkat terlebih dahulu ya Moms sebelum bergabung, apakah komunitas tersebut sesuai dengan apa yang Moms butuhkan?

Lantas apa hubungannya waras dan komunitas?

Ada kalanya Moms merasa jenuh, ingin mengaktualisasi diri serta bersosialisasi di tengah dahsyatnya dunia motherhood, bukan? Saya pastikan bahwa bukan hanya saya yang merasakan demikian. Itulah alasan mengapa saya perlu bergabung dalam komunitas sebagai online/ offline support system untuk menjaga kewarasan saya, hehehe.

  • Tempat Bertanya dan Curhat

Siapa Moms disini yang mengandalkan grup chatting sebagai tempat untuk bertanya kali pertama? Saya! Iya, tanggapan yang seringnya lebih cepat dan akurat, selalu saya dapat dari para Moms. Bahkan tak jarang, kamipun saling mencurahkan isi hati karena adanya ikatan satu frekuensi.

  • Tempat Belajar dan Aktualisasi Diri

Sebutlah Kuliah Whatsapp, Webinar, atau Instagram Live yang telah menjadi medium menyampaikan topik-topik segar seputar Parenting. Dan tak hanya online, Moms. Komunitas pun mengadakan event offline dimana Moms bisa saling berkenalan langsung dan mendapatkan privilege tersendiri sebagai member komunitas tersebut. Arisan, Talkshow, Birthday Club, Playdate, hingga Workshop adalah beberapa macam aktivitas yang disajikan.

  • Tempat Bersosialisasi

Berawal dari chat hahahihi berujung menjadi sebuah relasi. Siapa yang tahu, ternyata Moms A adalah karyawati di perusahaan yang Moms atau Ayah minati. Lalu, bisnis yang sedang Moms lakoni berkesempatan bisa lebih dikenal dan diminati. Belum lagi info-info rekomendasi dari para Moms seperti misalnya diskonan pospak, sekolah favorit anak, tempat makan enak sampai rekomendasi lipstik dan alas bedak.

  • Tempat Saya & Keluarga Produktif Bersama

Sibuk belum tentu produktif, tapi produktif sudah tentu sibuk dan aktif. Agenda-agenda komunitas yang melibatkan saya serta anggota keluarga, sangat saya manfaatkan untuk dapat memperkuat bonding serta menambah ilmu parenting. Istilah kerennya, weekend well spent begitu.

Jadi, tunggu apalagi Moms? Yuk, segera bergabung dengan komunitas pilihan Moms. Yang pasti, semua komunitas pasti memiliki tujuan yang sama yakni membantu agar para Moms menjadi Ibu yang bahagia agar sang buah hati pun turut bahagia.

Sharing is Caring :
error20